Saputra, Wisnu Hari (2026) Pengaruh Agile Leadership dan Maturitas Tata Kelola TI Berbasis COBIT 2019 terhadap Time-to-Market dan Kinerja Organisasi pada Divisi TSI Bank Jateng. Magister (S2) thesis, Universitas BPD.
Wisnu-Tesis-22242671-36B-SDM-5.4.1 Bab 1-3.pdf
Download (873kB)
Wisnu-Tesis-22242671-36B-SDM-5.4.1 Daftar Pustaka.pdf
Download (206kB)
Abstract
Transformasi digital pada industri perbankan menuntut kemampuan organisasi untuk menyediakan layanan yang cepat, adaptif, aman, dan selaras dengan tata kelola teknologi informasi. Hasil Audit Tata Kelola TI Bank Jateng berbasis COBIT 2019 Tahun 2025 menunjukkan masih terdapat 13 Governance and Management Objectives (GAMO) yang belum mencapai target kapabilitas, yang mengindikasikan perlunya penguatan kepemimpinan adaptif dan maturitas tata kelola TI untuk mendukung percepatan layanan digital serta peningkatan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Agile Leadership dan Maturitas Tata Kelola TI Berbasis COBIT 2019 terhadap Time-to-Market dan Kinerja Organisasi, serta menguji peran Time-to-Market sebagai variabel mediasi pada Divisi Teknologi Sistem Informasi (TSI) Bank Jateng.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 133 pegawai Divisi TSI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS, mencakup evaluasi outer model (validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas), inner model (R², f², VIF, dan Q² melalui prosedur blindfolding), pengujian hipotesis melalui bootstrapping 5.000 resample, serta analisis mediasi dengan metode Variance Accounted For (VAF).
Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan seluruh indikator valid dan reliabel, dengan outer loading berkisar 0,763–0,904, Average Variance Extracted (AVE) 0,686–0,734, serta Composite Reliability 0,956–0,959. Nilai R² menunjukkan Time-to-Market sebesar 0,644 dan Kinerja Organisasi sebesar 0,652 (kategori moderat), sedangkan nilai Q² sebesar 0,462 (Time-to-Market) dan 0,385 (Kinerja Organisasi) berada pada kategori besar, menunjukkan model memiliki relevansi prediktif yang baik. Seluruh tujuh hipotesis diterima pada tingkat signifikansi 5%. Agile Leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap Time-to-Market (β=0,621; t=11,497) dan Kinerja Organisasi (β=0,376; t=4,873). Maturitas Tata Kelola TI Berbasis COBIT 2019 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Time-to-Market (β=0,573; t=10,654) dan Kinerja Organisasi (β=0,309; t=3,861). Time-to-Market berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Organisasi (β=0,388; t=4,031) sekaligus menjadi prediktor langsung terkuat pada variabel tersebut. Time-to-Market juga terbukti memediasi secara parsial pengaruh Agile Leadership terhadap Kinerja Organisasi (pengaruh tidak langsung 0,241; t=3,674; VAF=39,05%) dan pengaruh Maturitas Tata Kelola TI terhadap Kinerja Organisasi (pengaruh tidak langsung 0,222; t=3,558; VAF=41,87%), sehingga kedua hubungan tergolong mediasi parsial.
Temuan ini menegaskan bahwa Agile Leadership merupakan determinan tunggal terkuat dalam model, sedangkan Maturitas Tata Kelola TI—meskipun pengaruh langsungnya terhadap Kinerja Organisasi paling kecil di antara kelima jalur langsung—justru memiliki proporsi mediasi tertinggi, yang mengindikasikan bahwa manfaatnya lebih banyak terealisasi secara tidak langsung melalui percepatan Time-to-Market. Secara praktis, Bank Jateng perlu memperkuat kepemimpinan agile, memprioritaskan perbaikan 13 GAMO yang masih di bawah target kapabilitas, serta menjadikan Time-to-Market sebagai indikator strategis dalam pengelolaan dan evaluasi layanan digital guna mendorong peningkatan Kinerja Organisasi secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Agile Leadership, Maturitas Tata Kelola TI, COBIT 2019, Time-to-Market, Kinerja Organisasi, Transformasi Digital, SEM-PLS, Bank Jateng.
| Item Type: | Thesis (Magister (S2)) |
|---|---|
| Additional Information: | Transformasi digital pada industri perbankan menuntut kemampuan organisasi untuk menyediakan layanan yang cepat, adaptif, aman, dan selaras dengan tata kelola teknologi informasi. Hasil Audit Tata Kelola TI Bank Jateng berbasis COBIT 2019 Tahun 2025 menunjukkan masih terdapat 13 Governance and Management Objectives (GAMO) yang belum mencapai target kapabilitas, yang mengindikasikan perlunya penguatan kepemimpinan adaptif dan maturitas tata kelola TI untuk mendukung percepatan layanan digital serta peningkatan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Agile Leadership dan Maturitas Tata Kelola TI Berbasis COBIT 2019 terhadap Time-to-Market dan Kinerja Organisasi, serta menguji peran Time-to-Market sebagai variabel mediasi pada Divisi Teknologi Sistem Informasi (TSI) Bank Jateng. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 133 pegawai Divisi TSI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS, mencakup evaluasi outer model (validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas), inner model (R², f², VIF, dan Q² melalui prosedur blindfolding), pengujian hipotesis melalui bootstrapping 5.000 resample, serta analisis mediasi dengan metode Variance Accounted For (VAF). Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan seluruh indikator valid dan reliabel, dengan outer loading berkisar 0,763–0,904, Average Variance Extracted (AVE) 0,686–0,734, serta Composite Reliability 0,956–0,959. Nilai R² menunjukkan Time-to-Market sebesar 0,644 dan Kinerja Organisasi sebesar 0,652 (kategori moderat), sedangkan nilai Q² sebesar 0,462 (Time-to-Market) dan 0,385 (Kinerja Organisasi) berada pada kategori besar, menunjukkan model memiliki relevansi prediktif yang baik. Seluruh tujuh hipotesis diterima pada tingkat signifikansi 5%. Agile Leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap Time-to-Market (β=0,621; t=11,497) dan Kinerja Organisasi (β=0,376; t=4,873). Maturitas Tata Kelola TI Berbasis COBIT 2019 berpengaruh positif dan signifikan terhadap Time-to-Market (β=0,573; t=10,654) dan Kinerja Organisasi (β=0,309; t=3,861). Time-to-Market berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Organisasi (β=0,388; t=4,031) sekaligus menjadi prediktor langsung terkuat pada variabel tersebut. Time-to-Market juga terbukti memediasi secara parsial pengaruh Agile Leadership terhadap Kinerja Organisasi (pengaruh tidak langsung 0,241; t=3,674; VAF=39,05%) dan pengaruh Maturitas Tata Kelola TI terhadap Kinerja Organisasi (pengaruh tidak langsung 0,222; t=3,558; VAF=41,87%), sehingga kedua hubungan tergolong mediasi parsial. Temuan ini menegaskan bahwa Agile Leadership merupakan determinan tunggal terkuat dalam model, sedangkan Maturitas Tata Kelola TI—meskipun pengaruh langsungnya terhadap Kinerja Organisasi paling kecil di antara kelima jalur langsung—justru memiliki proporsi mediasi tertinggi, yang mengindikasikan bahwa manfaatnya lebih banyak terealisasi secara tidak langsung melalui percepatan Time-to-Market. Secara praktis, Bank Jateng perlu memperkuat kepemimpinan agile, memprioritaskan perbaikan 13 GAMO yang masih di bawah target kapabilitas, serta menjadikan Time-to-Market sebagai indikator strategis dalam pengelolaan dan evaluasi layanan digital guna mendorong peningkatan Kinerja Organisasi secara berkelanjutan. |
| Uncontrolled Keywords: | Agile Leadership, Maturitas Tata Kelola TI, COBIT 2019, Time-to-Market, Kinerja Organisasi, Transformasi Digital, SEM-PLS, Bank Jateng |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HC Economic History and Conditions H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management H Social Sciences > HJ Public Finance |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Management |
| Depositing User: | Wisudawan S2 |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 02:38 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 02:38 |
| URI: | https://eprints.ubpd.ac.id/id/eprint/211 |
